Selasa, 25 Agustus 2009

hubungan status kesehatan, ekonomi, dan sosial terhadap kemandirian lanjut usia

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Penduduk lanjut usia merupakan bagian dari anggota keluarga dan anggota masyarakat yang semakin bertambah jumlahnya sejalan dengan peningkatan usia harapan hidup.

TABEL 1.1

JUMLAH DAN PROSENTASE POPULASI LANJUT USIA

DI DONESIA TAHUN 1980 – 2002

Tahun

Jumlah Penduduk

( Juta / Jiwa )

Presentasi

1980

1990

2000

2002

7,7 juta / jiwa

11,3 juta / jiwa

15,1 Juta / Jiwa

29 juta / jiwa

5,2 %

8,9 %

9,2 %

11,4 %

Hal ini menunjukkan bahwa penduduk lanjut usia meningkat secara konsisten dari waktu ke waktu.

TABEL 1.2

USIA HARAPAN HIDUP PENDUDUK INDONESIA

( BPS TAHUN 2000 )

Tahun

Umur ( Tahun )

1968

1980

1985

1990

1995

2000

45,70 tahun

55,30 tahun

58,19 tahun

61,12 tahun

60,05 tahun

64,05 tahun

Peningkatan jumlah penduduk lanjut usia akan membawa dampak terhadap sosial ekonomi baik dalam keluarga, masyarakat, maupun dalam pemerintah. Implikasi ekonomis yang penting dari peningkatan jumlah penduduk adalah peningkatan dalam ratio ketergantungan lanjut usia. Setiap penduduk usia produktif akan menangggung semakin banyak penduduk usia lanjut. Wirakartakusuma Anwar ( 1994 ) memperkirakan angka ketergantungan usia lanjut pada tahun 1995 adalah 61, 93 % dan tahun 2015 menjadi 8, 74 % berarti bahwa pada tahun 1995 sebanyak 100 penduduk produktif harus menyokong 7 orang lanjut usia yang berumur 65 tahun ke atas sedangkan pada tahun 2015 sebanyak 100 penduduk produktif harus menyokong 9 orang usia lanjut yang berumur 65 tahun keatas. Ketergantungan lanjut usia disebabkan kondisi orang lanjut usia banyak mengalami kemunduran fisik maupun psikis, artinya mereka mengalami perkembangan dalam bentuk perubahan – perubahan yang mengarah pada perubahan yang negatif.

Secara umum kondisi fisik seseorang yang telah memasuki masa lanjut usia mengalami penurunan. Hal ini dapat dilihat dari beberapa perubahan yaitu :

1. Perubahan penampilan pada bagian wajah, tangan dan kulit.

2. Perubahan bagian dalam tubuh seperti system saraf, otak, isi perut : limpa, hati.

3. Perubahan panca indera : penglihatan, pendengaran, penciuman, dan perasa.

4. Perubahan motorik antara lain berkurangnya kekuatan, kecepatan dan belajar keterampilan baru.

Perubahan – perubahan tersebut pada umumnya mengarah pada kemunduran kesehatan fisik dan psikis yang akhirnya akan berpengaruh juga pada aktifitas ekonomi dan sosial mereka, sehingga secara umum akan berpengaruh pada aktifitas kehidupan sehari – hari. Masalah umum yang dialami lanjut usia yang berhubungan dengan kesehatan fisik, yaitu rentannya terhadap penyakit karena berkurangnya daya tahan tubuh dalam menghadapi pengaruh dari luar. Menurut data SKRT ( Survey Kesehatan Rumah Tangga ) masih tinggi. Angka kesakitan lansia di Indonesia dapat di lihat dari tabel di bawah ini :

TABEL 1.3

ANGKA KESAKITAN PENDUDUK LANSIA DI INDONESIA

Tahun

Usia ( tahun )

Prosentase ( % )

1980

55 ke atas

25,7

1986

55 ke atas

15,1

1995

45 - 59

11,6

Penurunan kondisi fisik lanjut usia berpangaruh pada kondisi psikis. Perubahan penampilan menurunnya fungsi panca indera menyebabkan lanjut usia rendah diri, mudah tersinggung dan merasa tidak berguna lagi. Pada umumnya masalah kesepian adalah masalah psikologis yang paling banyak dialami lanjut usia. Beberapa penyebab kesepian antara lain :

1. Longgarnya kegiatan dalam pengasuh anak – anak karena anak – anak sudah dewasa dan bersekolah tinggi sehingga tidak memerlukan penanganan yang terlampau rumit.

2. Berkurangnya teman atau relasi akibat kurangnya aktivitas di luar rumah.

3. Kurangnya aktivitas sehingga waktu luang bertambah banyak.

4. Meninggalnya pasangan hidup.

5. Anak – anak yang meninggalkan rumah karena menempuh pendidikan yang lebih tinggi dan untuk bekerja.

6. Anak – anak telah dewasa dan membentuk keluarga sendiri

Beberapa masalah tersebut akan menimbulkan kesepian lebih cepat bagi orang lanjut usia. Dari segi inilah lanjut usia mengalami masalah psikologis yang banyak mempengaruhi kesehatan psikis sehingga menyebabkan orang lanjut usia kurang mandiri. Kondisi kesehatan mental lanjut usia mempengaruhi berbagai kondisi lanjut usia yang lain seperti kondisi ekonomi yang menyebabkan orang lanjut usia tidak bekerja mencukupi kebutuhan hidunya dan kondisi sosial yang menyebabkan kurangnya hubungan sosial antara lanjut usia dengan masyarakat.

Masalah ekonomi yang dialami orang lanjut usia adalah tentang pemenuhan kebutuhan hidup sehari – hari seperti kebutuhan sandang, pangan, perumahan, kesehatan, rekreasi dan sosial. Dengan kondisi fisik dan psikis yang menurun menyebabkan mereka kurang mampu menghasilkan pekerjaan yang produktif. Disisi lain, mereka dituntut untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan hidup sehari – hari yang semakin meningkat dari sebelumnya, seperti kebutuhan akan makanan gizi seimbang, pemeriksaan kesehatan secara rutin, perawatan bagi yang menderita penyakit ketuaan dan kebutuhan rekreasi. Sedangkan penghasilan mereka antara lain pensiun, tabungan, dan bantuan keluarga. Bagi lanjut usia yang memiliki masa dan tabungan yang cukup maka untuk memperoleh pendapatan jadi semakin terbatas. Jika tidak bekerja berarti bantuan yang diperoleh mereka dari bantuan keluarga, kerabat dan orang lain. Dengan demikian maka status ekonomi orang lanjut usia pada umumnya berada dalam lingkungan kemiskinan. Keadaan tersebut akan mengakibatkan orang lanjut usia tidak mandiri, dan tergantung kepada keluarga atau masyarakat bahkan pemerintah.

Banyak lanjut usia dengan sia – sia mencari suatu bentuk pekerjaan. Upaya untuk mencari pekerjaan setelah pensiun mengalami kesulitan, karena berbagai lowongan pekerjaan diberbagai media masa selalu menghendaki tenaga kerja denan pendidikan tinggi, penampilan menarik, energik, loyalitas tinggi dan usia maksimal yang dikehendaki pada umumnya 25 – 30 tahun. Kurangnya pasaran kerja, membuat mereka tidak mampu bersaing dengan orang – orang yang lebih muda dan berpendidikan. Disamping itu menurunnya kondisi fisik yang tidak mungkin dapat menyesuaikan dengan pekerjaan – pekerjaan yang memegang prinsip efektifitas dan kualitas serta kuantitas yang tinggi ikut berpengaruh. Dengan demikian pengangguran lanjut usia akan semakin banyak, dan lanjut usia semakin berada pada garis kemiskinan dan saling tergantung pada generasi muda.

Hubungan orang muda dan orang tua semakin renggang, kebutuhan yang melanda kaum muda hampir menyita seluruh waktunya, sehingga mereka hanya memiliki sedikit untuk memikirkan orang tua. Kondisi seperti ini menyebabkan kurangnya komunikasi antara orang tua dan anak, kurangnya perhatian dan pemberian keperawatan terhadap terhadap orang tua. Untuk memperbaiki kualitas sumber daya manusia lanjut usia perlu mengetahui kondisi lanjut usia dimasa lalu dan masa sekarang sehingga orang lanjut usia dapat diarahkan menuju kondisi kemandirian. Sehubungan dengan kepentingan tersebut perlu diketahui kondisi lanjut usia yang menyangkut kondisi kesehatan, kondisi ekonomi dan kondisi sosial. Jika lanjut usia dapat mengatasi persoalan hidupnya maka mereka dapat serta mengisi pembangun salah satunya yaitu tidak tergantung pada orang lain. Dengan demikian angka ratio ketergantungan akan menurun, sehingga beban pemerintah akan berkurang.

Bertitik tolak dari alur pikir di atas, maka muncul pertanyaan bagi peneliti, faktor – faktor apakah yang dominan mempengaruhi kemandirian lansia.

B. Perumusan Masalah

Berdasarkan pertanyaan – pertanyaan di atas tersebut, maka rumusan masalah penelitian ini dapat dirumuskan :

1. Apakah status kondisi kesehatan, kondisi ekonomi dan kondisi sosial berpengaruh secara signifikan terhadap kemandirian orang lanjut usia ?

2. Faktor manakah yang berpengaruh secara dominan terhadap kemandirian orang lanjut usia ?

C. Tujuan Penelitian

1. Tujuan umum

Untuk memberikan gambaran tentang hubungan antara faktor kesehatan, ekonomi dan hubungan sosial terhadap tingkat kemandirian lanujut usia di Dusun Campurejo Atas, Desa Kembang Kuning, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang.

2. Tujuan khusus

a. Mengetahui tingkat kesehatan, ekonomi, hubungan sosial dan tingkat kemandirian lanjut usia di Dusun Campurejo Atas, Desa Kembang Kuning, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang.

b. Mengetahui hubungan antara tingkat kesehatan, ekonomi, dan hubungan sosial terhadap kemandirian lanjut usia di Dusun Campurejo Atas Desa Kembang Kuning, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang.

D. Manfaat Penelitian

1. Sumbangan pemikiran bagi tenaga – tenaga keperawatan untuk mengatasi masalah – masalah kemandirian lansia.

2. Hasil penelitian ini dapat maenjadi acuan bagi pengurus lanjut usia untuk mengatasi persoalan – persoalan hidupm lanjut usia agar mereka dapat hidup mandiri.

3. Hasil penelitian ini dapat di jadikan dasar untuk penelitian lanjut usia berikutnya.

E. Keaslian Penelitian

Penelitian tentang lanjut usia ini, sudah pernah diteliti oleh :

1. Judul : Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Kemunduran Fisik Lansia

Oleh : Subirahayu, tanggal 3 Mei 2008 di Dusun Kalitekuk Semen

Wonosari Gunung Kidul, Yogyakarta.

2. Judul : Hubungan Antara Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Kepatuhan

Lansia

Oleh : Dewi Wijayanti, tanggal 3 Maret 2008 di Bantul Yogyakarata.

3. Judul : Hubungan Kecerdasan Emosi Dengan Kecemasan Menghadapi

Pensiun Pada Pegawai

Oleh : Admin, tanggal 20 Juli 2008.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar